PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT WILAYAH III

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Sidikalang

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Sidikalang

Sidikalang
Provinsi Sumatera Utara

FUNGSI KOTA
Pusat Pertumbuhan Baru
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kawasan Perdesaan
JUMLAH PENDUDUK
3.814 jiwa
LUAS WILAYAH
58,8 Km2
WEBSITE PEMERINTAHAN

DELINEASI KPPN SIDIKALANG (AJIBATA - TOBA SAMOSIR)

Pengembangan KPPN Sidikalang (Toba Samosir) meliputi Kecamatan Ajibata yang mencakup Desa Motung, Desa Pardomouan, Desa Parsaoran Sibisa, Desa Pardamean Sibisa, Desa Sirungkungon, Desa Horsik, dan Desa Sigapiton. Luas KPPN Sidikalang (Ajibata - Toba Samosir) seluas 58,8 km2. Dengan rincian sebagai berikut:

No Desa Luas Kawasan (km2)
1 Motung 8
2 Parsaoran Sibisa 13,5
3 Sirungkungon 5
4 Pardamean Sibisa 16
5 Pardomuan Motung 6
6 Horsik 5,3
7 Sigapiton 5
KPPN Ajibata - Toba Samosir 58,8

JUMLAH PENDUDUK KPPN SIDIKALANG (AJIBATA - TOBA SAMOSIR)

Jumlah penduduk di KPPN Sidikalang (Ajibata-Toba Samosir) pada tahun 2015 yaitu sebanyak 3.814 jiwa dengan rincian sebagai berikut:

No Desa Jumlah Penduudk (jiwa)
1 Motung 846
2 Parsaoran Sibisa 681
3 Sirungkungon 380
4 Pardamean Sibisa 852
5 Pardomuan Motung 377
6 Horsik 288
7 Sigapiton 390
KPPN Ajibata - Toba Samosir 3.814

 

KINERJA INFRASTRUKTUR KPPN SIDIKALANG (AJIBATA - TOBA SAMOSIR)

KPPN Ajibata memiliki beberapa pusat desa dan pusat kampung, dimana pusat desa berada di Desa Motung, Desa Pardomuan Motung, Desa Perdamean Sibisa dan Persaoran Sibisa. Sedangkan pusat kampung tersebar disetiap desa yang ada di KPPN Ajibata.

Untuk jaringan infrastruktur yang ada di KPPN Ajibata terdiri dari:

1. Jalan kabupaten yang melalui Kecamatan Ajibata tercatat sepanjang 35,5 km

2. Daerah Tangkapan Air (DTA) dan Daerah Irigasi (D.I.), yaitu:

  • DTA Naborsahon dengan luas 3.340,6 Ha dan DTA Tongguran dengan luas 2.241,6 Ha.
  • D.I. Waduk Motung dengan luas 100 Ha dan merupakan wewenang dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Toba Samosir

3. Pelabuhan penyebrangan dari Ajibata ke Tomok menggunakan KMP Ferry Tao Toba dengan jadwal keberangkatan 5 (lima) trip dalam 1 (satu) hari.

4. Bandar Udara Sibisa berlokasi di Desa Parsaoran Sibisa Kecamatan Ajibata dengan luas areal  ± 20 Ha. 

5. Sumber Penerangan yang bersumber dari Listrik PLN dan Listrik Non-PLN.

6. BTS di Desa Motung, Desa Parsaoran Sibisa, Desa Pardamean Sibisa, dan Desa Pardomuan Motung.

7. Penyediaan dan peningkatan sumber-sumber air baku.

POTENSI KPPN SIDIKALANG (AJIBATA - TOBA SAMOSIR)

Pariwisata

Sebagai bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, KPPN Ajibata memiliki potensi unggulan pendukung kegiatan pariwisata. Potensi yang terdapat di KPPN Ajibata yaitu pusat pengembangan bahan baku industri makanan, pusat pengembangan industri ulos, pusat kerajinan tangan dan wisata alam. Pada saat ini, potensi pariwisata di KPPN Ajibata yang berpotensi untuk berkembang yaitu: Desa Wisata Sigapiton, Kawasan Bukit Senyum di Desa Motung, Kawasan Bukit Sirungkungon, Kawasan Parsaoran Sibisa, Kawasan Pardamean Sibisa, Kawasan Pardomoan Motung.

Pertanian

Selain potensi di sektor pariwisata, KPPN Ajibata memiliki potensi unggulan lainnya di sektor pertanian yang mendominasi terutama dari sub sektor tanaman padi, palawija dan tanaman keras yakni kopi, coklat serta kemiri. Berdasarkan hasil survei lapangan, dapat dilihat bahwa Kopi, Jagung, dan Padi Sawah memiliki kontribusi tertinggi yang menjadi komoditas unggulan di KPPN Ajibata.

2017 - Penyusunan Masterplan dan Pra Desain KPPN Sidikalang, Toba Samosir (Deluxe) TAMPILKAN
UNDUH

KPPN merupakan kawasan perdesaan potensial dengan komoditas unggulan tertentu yang mendukung pengembangan 40 (empat puluh) pusat pertumbuhan yang telah ditetapkan dalam RPJMN. Dengan adanya KPPN, program-program lintas K/L yang terkait dengan pengembangan kawasan perdesaan dapat difokuskan pada lokasi-lokasi KPPN tersebut, sehingga pada akhir tahun penanganan yaitu tahun 2019 didapatkan kawasan perdesaan yang sudah dikembangkan secara komprehensif sehingga mampu berdikari, menjadi pilar pengembangan ekonomi wilayah, mensejahterakan masyarakat, dan dapat direplikasi pada kawasan-kawasan perdesaan lain di seluruh Indonesia.