PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT WILAYAH III

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Barru

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Barru

Barru
Provinsi Sulawesi Selatan

FUNGSI KOTA
Pusat Pertumbuhan Baru
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kawasan Perdesaan
JUMLAH PENDUDUK
23.249 Jiwa
LUAS WILAYAH
51,6 Km2
WEBSITE PEMERINTAHAN

DELINEASI KPPN BARRU (KAB. SIDENRENG RAPPANG)

KKPN Sidrap adalah kawasan perdesaan yang terdapat di Kabupaten Sidenreng Rappang Provinsi Sulawesi Selatan. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2005-2019, Kawasan Perdesaan Sidrap ditetapkan sebagai Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) dengan potensi di sektor pertanian padi.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang, delineasi wilayah KPPN Sidrap terdiri atas 7 (tujuh) desa pada Kecamatan Maritengngae dengan luas total 51,6 km2.

Luas wilayah KPPN Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang berdasarkan hasil delineasi secara lebih rinci disajikan pada tabel berikut: 

No Desa Luas Wilayah (km2)
1 Kanie 14,75
2 Sereang 10,85
3 Takkalasi 4,1
4 Tanete 9,11
5 Allakuang 3,29
6 Wala 4,8
7 Lautang 4,8
Jumlah 51,6

JUMLAH PENDUDUK KPPN BARRU (KAB. SIDENRENG RAPPANG)

Untuk jumlah penduduk tertinggi pada KPPN Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang tahun 2015 terdapat pada Desa Lautang dengan jumlah penduduk 4.150 jiwa, sedangkan jumlah penduduk yang terendah berada pada Desa Takkalasi dengan jumlah penduduk 1.545 Jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

No Desa Jumlah Penduduk (jiwa)
1 Kanie 2.129
2 Sereang 2.582
3 Takkalasi 1.545
4 Tanete 2.999
5 Allakuang 3.673
6 Wala 4.150
7 Lautang 6.171
Jumlah 23.249

KINERJA INFRASTRUKTUR KPPN BARRU (KAB. SIDENRENG RAPPANG)

Jalan

Berdasarkan panjangnya, total panjang jaringan jalan di Wilayah KPPN Sidrap adalah sepanjang 273,2 km yang terdiri jalan Provinsi ± 209 km, jalan Kabupaten ± 7,2 km, jalan Desa ±41 km dan jalan Non Status ± 16.

Sarana dan Prasarana Sumberdaya Air

A. Embung/Waduk/Bendungan: Jumlah bendungan di KPPN Sidrap sebanyak 3 buah yaitu Teppo (Desa Takkalasi) serta Bendungan Laonrang dan Bendungan Lapitu di Desa Allakuang.

B. Jaringan Irigasi: Daerah Irigasi di KPPN Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang ada sebanyak 8 Daerah Irigasi dengan dengan panjang 343,3 Km.

Permukiman

Pola penyebaran permukiman di KPPN Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang pada umumnya mengelompok dan mengikuti jaringan jalan serta tersebar acak. Terdapat permukiman beberapa desa di KPPN Sidrap berada di kawasan rawan bencana yaitu Desa Wala, Lautang, dimana bencana yang sering melanda permukiman di kedua desa tersebut adalah banjir. Selain itu terdapat 3 desa yang merupakan permukiman kumuh, dimana penyebab utama kekumuhan adalah kondisi rumah dan kondisi jalan tidak memadai.

Air Bersih

Sebagian besar penduduk di KPPN Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang memperoleh air bersih. Secara umum sumber air baku di KPPN Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang berasal dari sumber air sumur Bor dan sumur dalam yang dikelola oleh masyarakat desa untuk melayani kebutuhan rumah tangga masyarakat.

Persampahan

Sistem persampahan di KPPN Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang masih belum dikelola secara baik karena sistem persampahan belum di tangani oleh instansi terkait. Pada umumnya masyarakat di KPPN Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang membuang sampahnya masih dengan sistem buang di halaman kemudian di bakar, belum ada petugas dari dinas terkait yang mengambil sampah-sampah rumah tangga langsung ke tiap rumah. moda angkutan untuk mengangkut sampah di KPPN Sidrap yaitu dengan gerobak motor.

Kesehatan

Sarana kesehatan yang terdapat di Wilayah KPPN Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang terdiri atas sarana kesehatan berupa Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Poskesdes, dan Prakter Dokter. Jumlah sarana kesehatan terbanyak di Wilayah KPPN Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang adalah Posyandu yaitu sebanyak 16 unit, sedangkan sarana kesehatan paling sedikit yaitu puskemas yaitu sebanyak 1 unit.

Energi

Suplai energi dalam pemenuhan pertanian dan domestik di KPPN Sidrap bersumber dari PLTA yang dikelola swasta.

POTENSI KPPN BARRU (KAB. SIDENRENG RAPPANG)

Jika dilihat dari persentase luas lahan KPPN Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang maka perekonomian wilayah KPPN Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang bergantung pada sektor pertanian secara luas yang mencakup sub sektor tanaman pangan, tanaman buah-buahan, perkebunan, peternakan. Sektor pertanian di KPPN Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang dikelompokkan dalam subsektor pertanian tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor peternakan. Dari berbagai komoditas yang dihasilkan oleh sektor pertanian yang ada dan diusahakan di KPPN Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang, komoditi yang berpotensi dan dapat dijadikan unggulan daerah yang berasal dari sub sektor pertanaian tanaman pangan yaitu padi sawah.

Pertanian

Sub sektor pertanian tanaman pangan terutama tanaman pangan padi merupakan  salah satu lapangan usaha yang ada di KPPN Sidrap Kabupaten Sidenreng Rappang. Produksi  padi  pada  tahun  2017  di KPPN Barru Maritengnga Kabupaten Sidenreng Rappang mencapai 24.759 Ton, dengan kontribusi tertinggi terdapat pada Desa Kanie dengan produksi 6.700 Ton pada tahun 2017 atau 27,06% dari total KPPN Sidrap sedangkan kontribusi terkecil berda pada Desa Takkalasi dengan produksi 1.249 atau 5,04%.

Perkebunan

Selain potensi sektor tanaman pangan di KPPN Sidrap juga memiliki potensi perkebunan yaitu dengan komoditas Kelapa dan Kakao (Sub sektor Tanaman Perkebunan).

Peternakan

Sub sektor Peternakan yang memiliki potensi di KPPN Sidrap, Kabupaten Sidenreng Rappang terdiri atas ternak besar (sapi, dan kambing) dan unggas (ayam kampung,petelur dan pedaging serta itik) yang dapat dijadikan sebagai komoditas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal. Selain sektor peternakan KPPN Sidrap merupakan penghasil telur utama di Kabupaten Sidendeng Rappang.

Perikanan

Sub sector perikanan yang memiliki potensi di KPPN Sidrap,  Kabupaten Sidenreng Rappang adalah perikanan budidaya yang terdiri atas budidaya kolam dan budidaya di sawah. Walaupun sub sector perikanan memiliki potensi, tetapi bukan merupakan prioritas pengembangan di KPPN Sidrap, Kabupaten Sidenreng Rappang.

2017 - Penyusunan Masterplan dan Pra Desain KPPN Barru, Sidenreng Rappang (Deluxe) TAMPILKAN
UNDUH

KPPN merupakan kawasan perdesaan potensial dengan komoditas unggulan tertentu yang mendukung pengembangan 40 (empat puluh) pusat pertumbuhan yang telah ditetapkan dalam RPJMN. Dengan adanya KPPN, program-program lintas K/L yang terkait dengan pengembangan kawasan perdesaan dapat difokuskan pada lokasi-lokasi KPPN tersebut, sehingga pada akhir tahun penanganan yaitu tahun 2019 didapatkan kawasan perdesaan yang sudah dikembangkan secara komprehensif sehingga mampu berdikari, menjadi pilar pengembangan ekonomi wilayah, mensejahterakan masyarakat, dan dapat direplikasi pada kawasan-kawasan perdesaan lain di seluruh Indonesia.