PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT WILAYAH III

Profil Kota Palopo

Kota Palopo

Sulawesi Selatan

FUNGSI KOTA
Pusat Kegiatan Wilayah (PKW)
TANGGAL PEMBENTUKAN
2002-07-02
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kota Sedang
JUMLAH PENDUDUK
172.916 jiwa
LUAS WILAYAH
247,52 km2
WEBSITE PEMERINTAHAN

PROFIL KOTA

Kota Palopo merupakan ibu kota Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, Kota Palopo merupakan kota administratif. Perubahan status menjadi kota otonom didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, pertimbangan kondisi wilayah dan letak gegrafis kota Palopo yang berada pada Jalur Trans Sulawesi, dan sebagai pusat pelayanan jasa perdagangan terhadap beberapa Kabupaten yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Tana Toraja dan Kabupaten Wajo. Dalam RPJMN 2015-2019,  Kota Palopo diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat kegiatan wilayah (PKW) yang berorientasi pada kegiatan pelayanan sentra pengolahan hasil pertanian (sentra pangan nasional) dan perkebunan. Wilayah Kota Palopo berbatasan dengan Kabupaten Luwuk di sebelah utara, Kabupaten Toraja Utara dan Teluk Bone di sebelah timur, Kabupaten Luwu di sebelah selatan. Kota Palopo terdiri dari 9 kecamatan, yaitu Kecamatan Wara Selatan, Kecamatan Wara Timur, Kecamatan Bara, Kecamatan Sendana, Kecamatan Mungkajang, Kecamatan Telluwanua, Kecamatan Wara, Kecamatan Wara Utara, dan Kecamatan Wara Barat. 

Wilayah Kota Palopo sebagian besar merupakan dataran rendah dengan keberadaannya diwilayah pesisir pantai. Sekitar 62,85% dari total luas daerah Kota Palopo, menunjukkan bahwa yang merupakan daerah dengan ketinggian 0-500 meter di atas permukaan laut, sekitar 24,76% terletak pada ketinggian 501-1000 meter di atas permukaan laut, dan selebihnya sekitar 12,39% yang terletak diatas ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut. Kota Palopo secara spesifik dipengaruhi oleh adanya iklim tropis basah, dengan keadaan curah hujan bervariasi antara 500-1000 mm / tahun sedangkan untuk daerah hulu sungai di bagian pegunungan berkisar antara 1000-2000 mm / tahun. Suhu udara berkisar antara 25,5°C - 29,7°C.

Jumlah penduduk Kota Palopo pada tahun 2016 sebesar 172.916 jiwa yang terdiri dari 84.192 jiwa penduduk laki-laki dan 88.724 jiwa penduduk perempuan. Kepadatan penduduk Kota Palopo yaitu sebesar 698 jiwa/km2 dengan kecamatan terpadat yaitu Kecamatan Wara dengan kepadatan penduduk sebesar 3.256 jwa/km2 dan kecamatan dengan kepadatan penduduk terendah yaitu Kecamatan Mungkajang sebesar 144 jiwa/km2. Berdasarkan kelompok umur, 67,2% penduduk Kota Palopo merupakan penduduk usia produktif dengan dependency ratio sebesar 48,81%.

Berdasarkan RPJMN 2015-2019 Kota Palopo termasuk ke dalam lokasi prioritas yang Diarahkan sebagai kota yang berfungsi sebagai pusat kegiatan nasional (PKN) yang berorientasi pada kegiatan pelayanan sentra pengolahan hasil pertanian (sentra pangan nasional) dan perkebunan.

EKONOMI

Perekonomian Kota Palopo dari tahun ketahun menunjukkan perkembangan yang positif, terbukti dari PDRB yang terus meningkat setiap tahunya baik atas dasar harga yang berlaku maupun atas dasar harga konstan. Penyumbang dalam pembentukan produk domestik regional bruto terbesar di Kota Palopo adalah dari sektor perdagangan dan jasa. Inventasi yang semakin bertambah dan pertumbuhan ekonomi yang semakin positif menjadikan terbukanya lapangan-lapangan pekerjaan yang baru, sehingga angka pengangguran berkurag yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan masyarakat. Sedangkan sektor yang mengalami pertumbuhan nilai riil terkecil adalah dari sektor pertambangan dan penggalian.  

2016 - Penyusunan Masterplan Infrastruktur PUPR Kawasan Perkotaan PKN dan PKW di Pulau Kalimantan dan Sulawesi: Palopo (Deluxe) TAMPILKAN
UNDUH

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang RTRWN, Kota Palopo ditetapkan sebagai PKW di Provinsi Sulawesi Selatan. Profil PKW Palopo, Masterplan Pengembangan Infrastruktur PKW Palopo tahun 2025, Development Plan Pengembangan Infrastruktur PKW Palopo tahun 2015-2019, serta Program Utama PKW Palopo tahun 2018 dibahas dalam buku deluxe ini.

2016 - Penyusunan Masterplan Infrastruktur PUPR Kawasan Perkotaan PKN dan PKW di Pulau Kalimantan dan Sulawesi: Palopo (Laporan) TAMPILKAN
UNDUH

Muatan dalam laporan ini terdiri dari penyiapan panduan standar dan format profil, rencana dan program infrastruktur PUPR, identifikasi data-data dasar masing-masing kawasan perkotaan, identifikasi kebijakan pembangunan kawasan perkotaan dan infrastrukturnya dalam lingkup nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, Pengumpulan data-data infrastruktur, Identifikasi isu strategis masing-masing PKN dan PKW berdasarkan data-data dasar, Analisis kebutuhan pembangunan infrastruktur PUPR untuk bidang sumber daya air, bidang jalan dan jembatan, bidang infrastruktur permukiman, dan bidang perumahan, serta Penyusunan Rencana dan Program Pembangunan Infrastruktur .