PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT WILAYAH III

Profil Kota Madiun

Kota Madiun

Jawa Timur

FUNGSI KOTA
Pusat Kegiatan Wilayah (PKW)
TANGGAL PEMBENTUKAN
1918-06-20
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kota Sedang
JUMLAH PENDUDUK
175.607 jiwa
LUAS WILAYAH
33,23 km2
WEBSITE PEMERINTAHAN

PROFIL KOTA

Kota Madiun adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 160 km sebelah barat Surabaya, atau 111 km sebelah timur Surakarta, Jawa Tengah. Secara astronomis, Kota Madiun terletak pada posisi 7° - 8° LS dan 111° - 112° BT. Kondisi topografi Kota Madiun berupa tanah datar yang dilalui aliran Sungai Madiun dengan kontur tanah yang stabil. Ketinggian daratan rata-rata berada pada 69 mdpl. Wilayah administrasi Kota Madiun terdiri atas 3 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Mangunharjo, Kecamatan Taman, dan Kecamatan Kartoharjo. Madiun memiliki julukan Kota Gadis, Kota Brem, Kota Pelajar, Kota Sepur, Kota Pecel, Kota Budaya, Kota Sastra, dan Kota Industri. Di kota ini juga terdapat pusat industri kereta api (INKA).

Penduduk Kota Madiun pada tahun 2016 sebanyak 175.607 jiwa yang terdiri dari 84.897 jiwa penduduk laki-laki dan 90.710 jiwa penduduk perempuan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun 2015, penduduk Kota Madiun mengalami pertumbuhan sebesar 0,35%. Kepadatan penduduk Kota Madiun pada tahun 2016 mencapai 5.288 jiwa/km2 dengan kecamatan terpadat yaitu Kecamatan Taman dengan kepadatan penduduk sebesar 6.117 jiwa/km2. 

SEJARAH

Madiun merupakan suatu wilayah yang dirintis oleh Ki Panembahan Ronggo Jumeno atau biasa disebut Ki Ageng Ronggo. Asal kata Madiun dapat diartikan dari kata "medi" (hantu) dan "ayun-ayun" (berayunan), maksudnya adalah bahwa ketika Ronggo Jumeno melakukan "Babat tanah Madiun" terjadi banyak hantu yang berkeliaran. Penjelasan kedua karena nama keris yang dimiliki oleh Ronggo Jumeno bernama keris Tundhung Medhiun. Pada mulanya bukan dinamakan Madiun, tetapi Wonoasri.

Sejak awal Madiun merupakan sebuah wilayah di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram. Dalam perjalanan sejarah Mataram, Madiun memang sangat strategis mengingat wilayahnya terletak di tengah-tengah perbatasan dengan Kerajaan Kadiri (Daha). Oleh karena itu pada masa pemerintahan Mataram banyak pemberontak-pemberontak kerajaan Mataram yang membangun basis kekuatan di Madiun. Seperti munculnya tokoh Retno Dumilah.

Beberapa peninggalan Kadipaten Madiun salah satunya dapat dilihat di Kelurahan Kuncen, dimana terdapat makam Ki Ageng Panembahan Ronggo Jumeno, Patih Wonosari selain makam para Bupati Madiun, Masjid Tertua di Madiun yaitu Masjid Nur Hidayatullah, artefak-artefak disekeliling masjid, serta sendang (tempat pemandian) keramat.

Sejak masa Hindia-Belanda, Madiun adalah suatu gemeente yang berpemerintahan sendiri (swapraja) karena komunitas Belanda yang bekerja di berbagai perkebunan dan industri tidak ingin diperintah oleh Bupati (yang adalah orang Jawa). Sebagai suatu kota swapraja, Madiun didirikan 20 Juni 1918, dengan dipimpin pertama kali oleh asisten residen Madiun. Baru sejak 1927 dipimpin oleh seorang walikota.

Kota Madiun dahulu merupakan pusat dari Karesidenan Madiun, yang meliputi wilayah Magetan, Ngawi, Ponorogo, dan Pacitan. Meski berada di wilayah Jawa Timur, secara budaya Madiun lebih dekat ke budaya Jawa Tengahan (Mataraman atau Solo-Yogya), karena Madiun lama berada di bawah kekuasaan Kesultanan Mataram.

2016 - Penyusunan Masterplan Infrastruktur PUPR Kawasan Perkotaan PKN dan PKW di Pulau Sumatera dan Jawa: Madiun (Deluxe) TAMPILKAN
UNDUH

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, perencanaan pengembangan infrastruktur Madiun sebagai berfungsi sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). Profil PKW Kota Madiun, Masterplan Pengembangan Infrastruktur PKW Kota Madiun tahun 2025, Development Plan Pengembangan Infrastruktur PKW Kota Madiun tahun 2015-2019, serta Program Utama PKW Kota Madiun tahun 2018 dibahas dalam buku deluxe ini.

2016 - Penyusunan Masterplan Infrastruktur PUPR Kawasan Perkotaan PKN dan PKW di Pulau Sumatera dan Jawa: Madiun (Laporan) TAMPILKAN
UNDUH

Muatan dalam laporan ini terdiri dari penyiapan panduan standar dan format profil, rencana dan program infrastruktur PUPR, identifikasi data-data dasar masing-masing kawasan perkotaan, identifikasi kebijakan pembangunan kawasan perkotaan dan infrastrukturnya dalam lingkup nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, Pengumpulan data-data infrastruktur, Identifikasi isu strategis masing-masing PKN dan PKW berdasarkan data-data dasar, Analisis kebutuhan pembangunan infrastruktur PUPR untuk bidang sumber daya air, bidang jalan dan jembatan, bidang infrastruktur permukiman, dan bidang perumahan, serta Penyusunan Rencana dan Program Pembangunan Infrastruktur .