PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT WILAYAH III

Profil Kota Cirebon

Kota Cirebon

Jawa Barat

FUNGSI KOTA
Pusat Kegiatan Nasional (PKN)
TANGGAL PEMBENTUKAN
2017-10-09
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kota Sedang
JUMLAH PENDUDUK
310.486 jiwa
LUAS WILAYAH
37,36 km2
WEBSITE PEMERINTAHAN

PROFIL KOTA

Kota Cirebon terletak pada 108°33’ BT - 6°41’ LS pada pantai utara Pulau Jawa, bagian timur Jawa Barat. Kota Cirebon terletak pada lokasi yang strategis dan menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Wilayah Kota Cirebon dibatas oleh Sungai Kedung Pane di sebelah utara, Laut Jawa di sebelah timur, Sungai Kalijaga di sebelah selatan, dan Sungai Banjir Kanal di sebelah barat. Terdapat 5 kecamatan di wilayah Kota Cirebon, yaitu Kecamatan Harjamukti, Kecamatan Lemahwungkuk, Kecamatan Pekalipan, Kecamatan Kesambi, dan Kecamatan Kejaksan. 

Suhu rata-rata di Kota Cirebon yaitu 23,59°C hingga 31,56°C. Jenis tanah di Kota Cirebon adalah tanah regosol yang berasal dari endapan lava dan proklastik (pasir, lempung, tanah liat, tupa, breksi lumpur, dan kerikil). Ketersediaan air tanah pada umumnya dipengaruhi oleh intrusi air laut karena lokasi Kota Cirebon berada di pesisir pantai utara sehingga kebutuhan air bersih masyarakat untuk keperluan minum sebagian besar bersumber dari pasokan PDAM Kota Cirebon yang mata airnya berasal dari Kabupaten Kuningan. 

Jumlah penduduk Kota Cirebon pada tahun 2016 sebanyak 310.486 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki yaitu 155.677 jiwa dan jumlah penduduk perempuan yaitu 154.809 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk di Kota Cirebon pada tahun 2016 yaitu sebesar 1,08% dengan kepadatan penduduk mencapai 8.310 jiwa/km2. Persebaran penduduk di Kota Cirebon belum merata antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya. Kecamatan yang memiliki kepadatan penduduk tertinggi yaitu Kecamatan Pekalipan.

Kota Cirebon dalam konteks nasional ditetapkan sebagai PKN (Pusat Kegiatan Nasional), berada di wilayah pesisir utara Pulau Jawa yang merupakan jalur penghubung antara Jakarta-SemarangSurabaya. Keberadaan Kota Cirebon pada posisi strategis menjadi simpul pergerakan transportasi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah telah memberikan pengaruh terhadap perkembangan kota yang pesat.  Namun perkembangan tersebut menghadapi berbagai persoalan dan tantangan pembangunan kedepannya, baik dalam konteks internal kota maupun yang dipengaruhi oleh eksternal kota seperti perkembangan Metropolitan Cirebon Raya, keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat dimasa depan dipastikan akan memberikan pengaruh signifikan terhadap perkembangan Kota Cirebon.

Berdasarkan karakteristik dan potensi potensi wilayah, Kota Cirebon diarahkan menjadi Kota yang menyandang 4 (empat) fungsi, yaitu : sebagai Kota Pelabuhan, Kota Perdagangan, Kota Industri (kecil) serta Kota Pariwisata dan Budaya, sebagai Kota Pelabuhan, Kota Cirebon diharapkan berperan sebagai pintu gerbang ekspor-impor termasuk transit perdagangan yang melayani wilayah sekitarnya.

Sebagai Kota Perdagangan dan Jasa, Kota Cirebon diharapkan mampu menempatkan fungsinya sebagai kota koleksi dan distribusi hasil-hasil produksi baik yang berasal dari wilayah kota sendiri, dari daerah hinterland yang kaya dengan hasil industri olahan dan kerajinan maupun dari wilayah Jawa Barat bagian timur dan Jawa Tengan bagian barat.Dengan demikian Kota Cirebon merupakan outlet dan inlet perdagangan ekonomi Jawa Barat, untuk itu diperlukan sentra-sentra hasil industri olahan dan kerajinan.

ASET PUSAKA

Kota Cirebon memiliki beberapa aset pusaka baik yang berupa aset pusaka tangible berupa benda/bangunan/situs bersejarah maupun aset pusaka non-benda yang berupa tarian, prosesi adat, dan sebagainya. Aset pusaka bangunan/situs bersejarah yang terdapat di Kota Cirebon, diantaranya yaitu: 

  • Bangunan Keraton dan Pengguron, meliputi Keraton Dalem Agung Pakungwati, Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan dan Kaprabonan serta Pengguron 
  • Bangunan Taman atau Tempat Peristirahatan, yaitu Situs Taman Air Gua Sunyaragi
  • Bangunan Masjid atau Tajug, yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Tajug Pajlagrahan, Masjid Jagabayan, Masjid Kramat Benda, Tajug Pangeran Kejaksan, Masjid Baitul Karim (Pesambangan) dll.
  • Bangunan Makam dan petilasan, yaitu Petilasan Kalijaga, Kramat Kejawanan, Makam Pangeran Suryanegara, Makam Suci Manah (Pangeran Sapu Jagat), Makam Pangeran Drajat, Makam Astana Gharib (Syekh Maulana Maghribi), Petilasan Pangeran Cakrabuana di Lemah Wungkuk, Makam Kyai Kriyan, Makam Syekh Birawa, dll
  • Alun-alun Kasepuhan dan alun-alun Kanoman

  • Klenteng Thiao Kak Sie (Vihara Dewi Welas Asih-1658), Klenteng Kong Cu Bio ( Klenteng Talang-1577) dan Klenteng Bun Sang Tong ( Vihara Pemancar Keselamatan 1680)

  • Ex Rumah Mayor Tan Tjin Kie ( Jl. Pasuketan, Sekolah Santa Maria, Huize Karang Anom) dan Rumah Kapiten Kwee Zan Hong Jl. Kebon Pring

  • Sekolah THHK Cirebon ( Sekarang SMP. 15)
  • Kantor Gemeentee ( Gedung Balaikota), Kantor Karesidenan ( Gedung Negara)

  • Gereja Santo Yusuf dan Gereja Kristen Pasundan

  • Tugu Kemerdekaan Kejaksan

Sedangkan aset pusaka non-benda yang terdapat di Kota Cirebon, yaitu kesenian Tarling, Tari Topeng Cirebon, Sintren, Kesenian Gembyung, dan Sandiwara Cirebonan. 

2016 - Rencana Pengembangan Kawasan Perkotaan Cirebon dan Sekitarnya (Deluxe) TAMPILKAN
UNDUH

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 tentang RTRWN, Cirebon ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yang meliputi Kota Cirebon dan sebagian Kabupaten Cirebon yang difokuskan pada percepatan pengembangan/peningkatan fungsi sebagai pusat pertumbuhan nasional. Pembahasan dalam buku deluxe ini meliputi latar belakang, profil kawasan perkotaan, analisis pengembangan kawasan, program pengembangan kawasan, FS dan pra desain kawasan prioritas, dan program kawasan sekitarnya.

2016 - Rencana Pengembangan Kawasan Perkotaan Cirebon dan Sekitarnya (Laporan) TAMPILKAN
UNDUH

Muatan dalam laporan ini terdiri pendahuluan yang berisikan latar belakang, kebijakan pengembangan kawasan perkotaan, landasan pengembangan kawasan perkotaan, analisis pengembangan kawasan perkotaan, profil dan kinerja kawasan perkotaan, masterplan pengembangan kawasan perkotaan, serta studi kelayakan dan pra desain kawasan prioritas.