PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Sambas

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Sambas

Sambas
Provinsi Kalimantan Barat

FUNGSI KOTA
Pusat Pertumbuhan Baru
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kawasan Perdesaan
JUMLAH PENDUDUK
10.600 Jiwa (2016)
LUAS WILAYAH
481,75 Km2
WEBSITE PEMERINTAHAN

JUMLAH PENDUDUK KPPN SAMBAS (KAB. BENGKAYANG)

Jumlah penduduk pada tahun 2016 mencapai 10.600 jiwa, yang terbanyak di Desa Lesabela sebanyak 2.739 jiwa, hal ini dikarenakanDesa Lesabela merupakan pusat pelayanan dari Kecamatan Ledo. Sedangkan jumlah penduduk paling sedikit ada di Tebuah Marong sebanyak 224 jiwa.

No Desa  Jumlah Penduduk (jiwa)
1 Serangkat 543
2 Lesabela 2.739
3 Rodaya 544
4 Seles 535
5 Sidai 355
6 Lomba Karya 1.098
7 Dayung 715
8 Jesape 478
9 Sukajaya 971
10 Semangat 1.001
11 Tebuah Marong 224
12 Sukadamai 1.397
Total 10.600

DELINEASI KPPN SAMBAS (KAB. BENGKAYANG)

Delineasi KPPN Sambas (Kab. Bengkayang - Ledo) diawali pada tahun 2018, ditetapkan sebagai salah satu lokasi dari Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN), dengan delineasi awal kawasan menurut BAPPENAS mencakup sebagian desa dari Kecamatan Ledo yaitu Desa Rodaya, Desa Seles, Desa Semangat, Desa Serangkat, Desa Sukadamai, dan Desa Tebuah Marong. Selanjutnya, berdasarkan pertimbangan bahwa ketiga desa tersebut tidak saling bersinggungan, maka Pemerintah Kabupaten Bengkayang bersama Tim Konsultan mengkaji lebih lanjut hingga menentukan bahwa delineasi KPPN Ledo meliputi 12 desa yaitu:

No Desa Luas (Km2)
1 Serangkat 45,81
2 Lesabela 66,28
3 Rodaya 46,79
4 Seles 84,78
5 Sidai 42,91
6 Lomba Karya 59,7
7 Dayung 29,78
8 Jesape 45,09
9 Sukajaya 7,07
10 Semangat 35,68
11 Tebuah Marong 6,45
12 Sukadamai 10,78
Total 481,75

POTENSI KAWASAN

KPPN Sambas (Kab. Bengkayang - Ledo) memiliki beberapa kegiatan seperti pertanian tanaman pangan dan perkebunan. Komoditas pertanian tanaman pangan yang dikembangkan adalah padi sawah, padi ladang dan jagung. Sedangkan untuk komoditas perkebunan yang dikembangkan adalah karet, kelapa sawit, dan lada.

Komoditas unggulan untuk pertanian adalah jagung dengan jumlah produksi sebesar 6.710 ton pertahun dengan luas panen 1.758 Ha. Sedangkan komoditas unggulan untuk perkebunan adalah kelapa sawit dengan jumlah produksi sebesar 22.458 ton pertahun dengan luas lahan panen 10.190 Ha.

KINERJA INFRASTRUKTUR

Jalan

  1. Infrastruktur jalan sebagai pendukung pemasaran dalam kondisi buruk. Kondisi jalan sepanjang 27,32 km mengalami rusak berat sedangkan sepanjang 6,79 km dalam kondisi baik.
  2. Konstruksi permukaan jalan masih didominasi oleh konstruksi tanah sebesar 46% yaitu sepanjang 29 km.
  3. Kondisi jalan tani mayoritas memiliki permukaan tanah dengan lebar rata-rata 3 m.
  4. Aksesibilitas kawasan yang kurang baik (akses antat pulau menggunakan perahu sehingga biaya bahan bakar meningkat) yang berakibat pada nilai jual hasil komoditi.

Sumber Daya Air dan Irigasi

  1. Keterbatasan sumber air untuk kegiatan pertanian.
  2. Penurunan kinerja bendung akibat sedimentasi dan kerusakan bangunan.

Air Bersih

  1. Infrastruktur air bersih di KPPN Sambas (Kab. Bengkayang - Ledo) sudah terbangun pipanisasi melalui SPAM di Desa Serangkat namun belum beroperasi.
  2. Jaringan pipa induk sudah tersedia tapi belum mencapai rumah-rumah penduduk.
  3. Masyarakat banyak menggunakan air sumur (59%) dan air sungai atau air hujan (29%) sebagai sumber air bersih.

Sanitasi

  1. Mayoritas nasyarakat (54%) telah memiliki jamban septic tank, sedangkan sebagian besar lainnya masih membuang air secara sembarangan dengan persentase 29%.
  2. Pemerintah telah membangun MCK umum yang keberadaannya banyak diterlantarkan dan tidak dipergunakan.

Persampahan

  1. Kondisi pengelolaan sampah belum dilakukan sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
  2. Pengelolaan sampah yang dilakukan masyarakat dilakukan dengan cara menimbun sampah di pekarangan,membakar sampah maupun membuangnya ke sungai.
  3. Belum tersedia TPS dan belum ada sistem pengangkutan sampah baik oleh pihak pemerintah maupun swasta.

Energi Listrik

  1. Pasokan sumber listrik bagi daerah yang dekat dengan ibukota kecamatan telah difasilitasi oleh PLN, sebanyak 74% rumah di KPPN Sambas (Kab. Bengkayang - Ledo) telah dialiri listrik.
  2. Dalam pemenuhan kebutuhan listrik, masyarakat menggunakan panel surya dan generator secara individu atau PLTD yang ada di Desa Dayung.

Telekomunikasi

  1. Telekomunikasi yang ada menggunakan seluler (kabel) dan belum  menjangkau seluruh daerah.
  2. Hanya Desa Lesabela, Desa Jesape, dan Desa Sidai yang seluruhnya terjangkau sinyal.

Pendidikan

  1. Layanan pendidikan di KKPN ini telah dilaksanakan dalam bentuk penyediaan fasilitas, guru, dan tenaga pendidikan mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak hingga jenjang Sekolah Menengah Atas.
  2. Kondisi fasilitas bangunan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas rata-rata masih layak pakai, namun sudah mulai rusak untuk jenjang Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar.

Kesehatan

  1. Kurangnya fasilitas tenaga medis di KPPN ini menyebabkan posyandu maupun poskedes yang tersedia hanya beroperasi sebulan sekali karena menunggu dokter maupun bidan desa yang bergiliran datang.

Perekonomian

  1. Keberadaan toko dan warung tersebar di semua desa dan terdapat pusat perdagangan di Desa Lesabela yang disebut oleh masyarakat sekitar sebagai pasar simpang dan pasar lama.
  2. Jika ada barang maupun kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi, masyarakat biasanya langsung mencari ke Ibukota Kabupaten, yaitu Bengkayang.
  3. Terdapat banguan pasar yang dibangun oleh pemerintah namun tidak bisa dipergunakan karena belum dilakukan serah terima aset.

Permukiman

  1. Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 760 unit tersebar di semua desa, paling banyak berada di Desa Lesabela sebanyak 184 unit dan paling sedikit ada di Desa Tebuah Marong sebanyak 33 unit.

Fasilitas Pemerintahan

  1. Kantor pemerintahan kecamatan dan kantor pemerintahan desa telah tersedia di Desa Lesabela, namun di Desa Seles belum tersedia kantor pemerintahan desa akibat adanya sengketa tanah.

2018 - Penyusunan Masterplan dan Pra DED KPPN Kab. Bengkayang TAMPILKAN
UNDUH

Penyusunan Masterplan dimaksudkan untuk merencanakan pengembangan KPPN yang berbasis keberlanjutan, efisiensi, efektif dalam pemanfaatan sumber daya alam dan dalam mengoptimalkan distribusi barang dari desa ke kota serta sebagai stimulan bagi kawasan perdesaan berkembang melalui masukan kebijakan dan indikasi program pembangunan keterpaduan infrastruktur dari pemerintah dalam rangka membangun desa di kawasan perdesaan.