PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Praya

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Praya

Praya
Provinsi Nusa Tenggara Barat

FUNGSI KOTA
Pusat Pertumbuhan Baru
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kawasan Perdesaan
JUMLAH PENDUDUK
LUAS WILAYAH
WEBSITE PEMERINTAHAN

DELINEASI KPPN PRAYA (KAB. LOMBOK TENGAH)

Kecamatan Praya Barat, Kecamatan Pujut dan Kecamatan Praya Barat Daya yang berada di Kabupaten Lombok Tengah ditetapkan sebagai Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) yang terdiri dari 9 (sembilan) Desa. Berikut merupakan rincian desa yang masuk dalam KPPN Praya (Kab. Lombok Tengah):

A. Kecamatan Praya Barat

  1. Selong Blanak
  2. Mekar Sari
  3. Banyu Urip
  4. Kateng
  5. Mangkung
  6. Bonder

B. Kecamatan Pujut

  1. Tumpak
  2. Prabu

C. Kecamatan Praya Barat Daya

  1. Montong Ajan

JUMLAH PENDUDUK KPPN PRAYA (KAB. LOMBOK TENGAH)

Jumlah penduduk pada tahun 2017 mencapai 64.447 jiwa, yang terbanyak di Desa Mangkung sebanyak 12.877 jiwa dan jumlah penduduk paling sedikit ada di Desa Montong Ajan dan Desa Selong Blanak.

No. Desa Jumlah Penduduk (Jiwa)
A KECAMATAN PRAYA BARAT 53.123
  1. Selong Blanak 5.395
  2. Mekar Sari 5.546
  3. Banyu Urip 6.391
  4. Kateng 12.262
  5. Mangkung 12.877
  6. Bonder 10.652
B KECAMATAN PUJUT 11.324
  7. Tumpak 5.526
  8. Prabu 5.798
C KECAMATAN PRAYA BARAT DAYA -
  9.Montong Ajan -
Jumlah 64.447

 

KINERJA INFRASTRUKTUR KPPN PRAYA (KAB. LOMBOK TENGAH)

JALAN

Terdapat jalan poros desa yang belum tersambung dan mayoritas permukaan jalan poros desa masih berupa tanah dan sirtu. Hal ini menyebabkan penurunan jalan yang digunakan dalam usaha tani.

SUMBER DAYA AIR DAN IRIGASI

Kinerja embung mulai menurun akibat sedimentasi dan kerusakan bangunan begitu pula dengan kinerja saluran irigasi yang mulai menurun.

PERMUKIMAN

Ketersediaan rumah di KPPN Praya (Kab. Lombok Tengah) pada tahun 2017 adalah 13.145 unit rumah yang mana masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada yaitu 15.145 KK.

AIR BERSIH

Terdapat beberapa desa yang masih sulit mendapatkan air minum yang bersih.

AIR LIMBAH DAN DRAINASE

Pengolahan air limbah yang ada sangat sederhana dan jaringan drainase lingkungan yang ada belum terkelola dengan baik.

PERSAMPAHAN

Pembuangan sampah dilakukan di sembarang tempat akibat kurangnya TPS, sehingga sampah yang ada biasanya dibakar atau dibuang ke sungai maupun laut.

POTENSI KPPN PRAYA (KAB. LOMBOK TENGAH)

Pada KPPN Praya ini terdapat 4 (empat) sentra produksi yang menjadi komoditas utamanya, yaitu:

  • Sentra Produksi Tanaman Pangan

Pertanian tanaman pangan yang ada di KPPN Praya terdiri atas padi, jagung, kedelai, kacang tanah, ubi kayu, ubi jalar dan kacang hijau. Komoditas utama untuk tanaman pangan adalah tanaman padi dengan produksi 59.917 ton pertahun dengan luas lahan tanam mencakup luas sawah dan luas ladang adalah sebesar 10.718 Ha.

  • Sentra Produksi Hortikultura

Komoditas hortikultura yang ada di KPPN Praya terdiri dari semangka, melon, bawang merah dan mangga yang tersebar di 3 (tiga) Desa yaitu Desa Banyu Urip, Desa Kateng dan Desa Tumpak.

  • Sentra Produksi Perkebunan

Komoditas perkebunan yang ada di KPPN Praya terdiri atas Kelapa, Jambu Mente, Kapuk, Pinang, Asam, Jarak Pagar dan Tembakau. Komoditas dengan luas lahan tanam paling luas adalah Kelapa dengan 1.9530,5 Ha sedangkan produksi tertinggi adalah tembakau dengan 1.653 ton pertahun.

  • Sentra Produksi Peternakan

Peternakan di KPPN Praya terdiri atas ternak besar, ternak kecil dan ternak unggas. Ternak besar terbanyak adalah sapi, sedangkan ternak kecil tebanyak adalah kambing dan ternak unggas terbanyak adalah ayam buras.

2018 - Penyusunan Masterplan dan Pra DED KPPN Lombok Tengah (Laporan Akhir) TAMPILKAN
UNDUH

Penyusunan Masterplan dimaksudkan untuk merencanakan pengembangan KPPN yang berbasis keberlanjutan, efisiensi, efektif dalam pemanfaatan sumber daya alam dan dalam mengoptimalkan distribusi barang dari desa ke kota serta sebagai stimulan bagi kawasan perdesaan berkembang melalui masukan kebijakan dan indikasi program pembangunan keterpaduan infrastruktur dari pemerintah dalam rangka membangun desa di kawasan perdesaan.