PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Raba

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Raba

Raba
Provinsi Nusa Tenggara Barat

FUNGSI KOTA
Pusat Pertumbuhan Baru
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kawasan Perdesaan
JUMLAH PENDUDUK
43.271 Jiwa
LUAS WILAYAH
411,46 Km2
WEBSITE PEMERINTAHAN

DELINEASI KAWASAN

KKPN Dompu adalah kawasan perdesaan yang terdapat di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional Tahun 2005-2019, Kawasan Perdesaan Dompu ditetapkan sebagai Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) dengan potensi pengembangan agropolitan, industri dan kawasan transmigrasi.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Dompu, delineasi wilayah KPPN Dompu terdiri atas 18 (delapan belas) desa pada 2 (dua) kecamatan, Kecamatan Kilo meliputi 6 (enam) desa dengan luas total wilayah 235 km2 dan Kecamatan Manggelewa meliputi 12 (dua belas) desa dengan luas total 176,46 km2.

Luas wilayah KPPN Dompu Kabupaten Dompu berdasarkan hasil delineasi secara lebih rinci disajikan pada tabel berikut:

No Kecamatan/Desa Luas (km2)
Kecamatan Kilo 235
1 Mbuju 64,48
2 Taropo 50,48
3 Kramat 36,35
4 Malaju 36,34
5 Lasi 20,35
6 Kiwu 27
Kecamatan Manggalewa 176,46
1 Kwangko 23,83
2 Nangka Tumpu 12,73
3 Banggo 69,85
4 Soriutu 3,71
5 Doromelo 9
6 Lanci Jaya 19
7 Nusa Jaya 6,11
8 Suka Damai 13,32
9 Tanju 5,03
10 Kampasi Meci 7,35
11 Teka Sire 3,32
12 Anamima 3,21
Jumlah 411,46

JUMLAH PENDUDUK

Jumlah penduduk KPPN Dompu pada tahun 2015 yaitu sebanyak 43.271 jiwa dengan rincian sebagai berikut:

No Kecamatan/Desa Jumlah Penduduk (jiwa)
Kecamatan Kilo 13.032
1 Mbuju 2.509
2 Taropo 1.663
3 Kramat 1.782
4 Malaju 3.409
5 Lasi 2.103
6 Kiwu 1.566
Kecamatan Manggalewa 30.239
1 Kwangko 2.128
2 Nangka Tumpu 1.774
3 Banggo 2.319
4 Soriutu 3.967
5 Doromelo 3.385
6 Lanci Jaya 3.440
7 Nusa Jaya 2.442
8 Suka Damai 3.236
9 Tanju 1.560
10 Kampasi Meci 1.938
11 Teka Sire 2.541
12 Anamima 1.509
Jumlah 43.271

KINERJA INFRASTRUKTUR KPPN RABA (DOMPU)

Jalan

Berdasarkan panjangnya, total panjang jaringan jalan di Wilayah KPPN Dompu adalah sepanjang
496,40 km yang terdiri jalan nasional ±106 km, jalan provinsi ±183,50 km, jalan kabupaten ±134,50 km dan jalan desa ± 72,40. Kondisi sarana jalan sudah baik hampir semua jalan lingkungan sudah teraspal hanya beberapa ruas saja yang masih berstruktur tanah dan berbatu.

Sarana dan Prasarana Sumberdaya Air

Embung/Waduk/ Bendungan: Jumlah embung di KPPN Dompu sebanyak 8 buah, bendungan sebanyak 7 buah dan waduk sebanyak 6 buah.

Jaringan Irigasi: Daerah Irigasi di KPPN Dompu Kabupaten Dompu ada sebanyak 8 Daerah Irigasi dengan dengan panjang 343,3 Km.

Permukiman

Pola penyebaran permukiman di KPPN Dompu pada umumnya mengelompok dan mengikuti jaringan jalan. Terdapat permukiman beberapa desa di KPPN Dompu berada di kawasan rawan bencana yaitu Desa Maluju, Tanju, dan Teka Sire, dimana bencana yang sering melanda permukiman di ketiga desa tersebut adalah banjir dan tanah longsor. Sebaran jenis permukiman yang ada masih didominasi oleh angka permukiman kumuh atau tidak layak huni.

Air Bersih

Secara umum sumber air baku di KPPN Dompu – Kabupaten Dompu berasal dari sumber air sumur dangkal dan sumur dalam yang dikelola oleh masyarakat desa untuk melayani kebutuhan rumah tangga masyarakat.

Air Limbah Domestik

Secara umum pengelolaan limbah di KPPN Dompu masih mengandalkan pengelolaan limbah menggunakan system MCK plus dan MCK atau langsung dibuang ke sungai. Sistem pembuangan air limbah yang umum digunakan masyarakat yakni air limbah yang berasal dari toilet dialirkan ke dalam tangki septik dan air limpasan dari tangki septik diresapkan ke dalam tanah atau dibuang ke saluran umum, sedangkan air limbah non toilet yakni yang berasal dari mandi, cuci serta buangan dapur dibuang langsung ke saluran umum. Banyaknya limbah cair toilet yang dibuang ke badan air akan menyebabkan pencemaran air.

Persampahan

Sistem persampahan di KPPN Dompu masih belum dikelola secara baik karena sistem persampahan belum di tangani oleh instansi terkait. Pada umumnya masyarakat di KPPN Dompu membuang sampahnya masih dengan sistem buang di halaman kemudian di bakar, belum ada petugas dari dinas terkait yang mengambil sampahsampah rumah tangga langsung ke tiap rumah. Sedangkan jumlah TPS yang ada di KPPN Dompu berjumlah 8 TPS yang terletak di Desa Suka Damai, dengan menggunakan moda angkutan gerobak motor.

Kesehatan

Sarana kesehatan yang terdapat di Wilayah KPPN Dompu terdiri atas sarana kesehatan berupa Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Poskesdes, dan Prakter Dokter. Jumlah sarana kesehatan terbanyak di Wilayah KPPN Dompu adalah puskesmas pembantu dan pos kesdes yaitu masing-masing sebanyak 12 unit, sedangkan sarana kesehatan paling sedikit yaitu praktek dokter yaitu sebanyak 2 unit.

Energi

Suplai energi bertujuan untuk memenuhi domestik dan industri di perdesaan sehingga dapat menjamin peningkatan produksi, kualitas hasil, kontinyuitas pasokan, nilai tambah, dan daya saing produk komoditas industri pertanian dan domestik. Suplai energi dalam pemenuhan pertanian dan domestik di KPPN Dompu bersumber dari PLTA dan PLTD yang dikelola swasta.

POTENSI KAWASAN

Pertanian

Jika dilihat dari persentase luas lahan KPPN Dompu Kabupaten Dompu maka perekonomian wilayah KPPN Dompu Kabupaten Dompu bergantung pada sektor pertanian secara luas yang mencakup sub sektor tanaman pangan, tanaman buahbuahan, perkebunan, peternakan. Sektor pertanian di KPPN Dompu Kabupaten Dompu dikelompokkan dalam subsektor pertanian tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor peternakan. Dari berbagai komoditas yang dihasilkan oleh sektor pertanian yang ada dan diusahakan di KPPN Dompu, ada beberapa komoditi yang berpotensi dan dapat dijadikan unggulan daerah yang berasal dari sub sektor pertanaian tanaman pangan yaitu padi sawah dan jagung.

2017 - Penyusunan Masterplan dan Pra Desain KPPN Raba, Dompu (Deluxe) TAMPILKAN
UNDUH

KPPN merupakan kawasan perdesaan potensial dengan komoditas unggulan tertentu yang mendukung pengembangan 40 (empat puluh) pusat pertumbuhan yang telah ditetapkan dalam RPJMN. Dengan adanya KPPN, program-program lintas K/L yang terkait dengan pengembangan kawasan perdesaan dapat difokuskan pada lokasi-lokasi KPPN tersebut, sehingga pada akhir tahun penanganan yaitu tahun 2019 didapatkan kawasan perdesaan yang sudah dikembangkan secara komprehensif sehingga mampu berdikari, menjadi pilar pengembangan ekonomi wilayah, mensejahterakan masyarakat, dan dapat direplikasi pada kawasan-kawasan perdesaan lain di seluruh Indonesia.