PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Maba

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Maba

Maba
Provinsi Maluku Utara

FUNGSI KOTA
Pusat Pertumbuhan Baru
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kawasan Perdesaan
JUMLAH PENDUDUK
LUAS WILAYAH
WEBSITE PEMERINTAHAN

GAMBARAN UMUM

Kabupaten Halmahera Timur memiliki luas wilayah 14.202,01 km2. Kabupaten Halmahera Timur sebagai daerah otonom baru adalah bagian dari pemekaran Kabupaten induk Maluku Utara (sekarang Halmahera Barat), Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 dengan ibu kota Kabupaten berada Di Kota Maba.secara Administratif Kabupaten Halmahera Timur terdiri dari sepuluh Kecamatan yaitu Kecamatan Maba Selatan, Kecamatan Kota Maba, Kecamatan Maba, Kecamatan MabaTengah, Kecamatan Maba Utara, Kecamatan Wasile, Kecamatan wasile Selatan, Kecamatan Wasile Tengah, Kecamatan wasile Timur dan Kecamatan Wasile Utara. 

POTENSI SUMBER DAYA ALAM

Berikut ini merupakan potensi sumberdaya alam Kabupaten Halmahera Timur, antara lain :
1. Pertanian

Jenis tanaman pangan yang cocok untuk dikembangkan pada daerah dengan struktur tanah yang ada diantaranya tanaman padi, jagung, kedelai, kacang tanah dan kacang hijau, serta beberapa jenis buah – buahan diantaranya jeruk, semangka dan melon. Pada sub sektor Perkebunan juga terdapat beberapa jenis tanaman yang menjadi unggulan yaitu tanaman kelapa dalam, cengkeh dan pala. Pada sub sektor Peternakan beberapa jenis hewan ternak yang sangat cocok untuk dikembangkan yaitu sapi potong, kambing peranakan etawah (PE), ayam buras, itik dan kerbau untuk sawah. Dari jenis hewan ternak yang cocok untuk dikembangkan tersebut terdapat juga ternak yang merupakan bantuan Pemerintah yang telah dikembang – biakan diantaranya sapi potong, kambing dan ayam.

2. Perikanan

Potensi sumber daya perikanan di daerah yang memiliki wilayah laut cukup luas ini yang dikembangkan yaitu usaha penangkapan ikan segar, udang, rumput laut, cumi –cumi dan teripang.

3. Kehutanan

Disamping potensi pertanian dan perikanan, Kabupaten Halmahera Timur juga memiliki potensi Kehutanan dengan luas hutan yang dimiliki ± 650.620 Ha, yang terbagi menjadi hutan lindung, hutan produksi, hutan produksi terbatas, dan hutan konversi serta hutan tanaman industri. Dari hutan produksi tersebut menghasilkan beberapa jenis kayu yang menjadi unggulan diantaranya kayu bulat (7 jenis kelompok kayu meranti, 3 jenis kayu indah, dan 2 jenis kayu rimba campuran), hasil hutan non kayu (damar, rotan, gaharu, dan getah-getah), serta pengembangan pembibitan untuk rehabilitasi hutan dan lahan.

4. Pariwisata

Obyek wisata yang ada di Kabupaten Halmahera Timur yang dikembangkan yaitu wisata alam dan wisata sejarah. Untuk wisata alam dimana terdapat 27 pulau kecil yang menjadi andalan karena pemandangannya dan keindahan bawah laut yang diperuntukan sebagai obyek wisata bahari disekitar pulau – pulau kecil. Wisata sejarah dimana terdapat tapak sejarah perjuangan Sultan Nuku dengan peninggalan beberapa buah Benteng Belanda dan sejumlah sisa peninggalan perang dunia ke – II yang ada di sekitar Teluk Buli.

5. Pertambangan

Kabupaten Halmahera Timur memiliki ketersediaan potensi tambang yang tersebar dibeberapa daerah diantaranya Nikel, Magnesit, Kromit, Talk, Batu Gamping dan Minyak Bumi. Dari potensi tersebut sampai saat ini yang baru tereksplorasi adalah Nikel yang terdapat disekitar Teluk Buli dan Pulau Gee.

PENETAPAN KAWASAN PERDESAAN

Fokus penetapan Pembangunan Kawasan Perdesaan di Kabupaten Halmahera Timur adalah pada:

  1. Kawasan Perdesaan Pertanian/Perkebunan, mengarah pada Kecamatan Wasile dengan desa-desa dan IPD nya dikemukakan sebagai berikut. Desa Cemara (65,14), Batu Raja (67,28), Bumi Restu (66,53) Mekar Sari (62,19) termasuk kategori Desa Berkembang. Kecamatan Wasile Timur mulai dari Desa Dakaino (59,71 sampai dengan Jaya (61,08) tergolong Desa Berkembang. Kecamatan Maba Tengah meliputi desa-desa Bangul (50,02) dan Beringn Lamo (57,25) termasuk ketegori Desa Berkembang. Desa Bebaksaram (40,41) sampai dengan Jaya (48,21) masuk Kategori Desa Tertinggal, Kecamatan Maba Utara SP1 (satuan pemukiman 1) (49,31) dan SP2 (32,23) masuk kategori Desa Tertinggal. Untuk SP4 IPD belum dihitung.
  2. Kawasan Desa Ekonomi Terpadu Perikanan, Kawasan ini mencakup 2 Kecamatan yaitu (1) Kecamatan Wasile Selatan yakni desa- desa Binagara (68,98), Waijoi (59,92) dan Sondo-Sondo (65,89) masuk Kategori Desa Berkembang. Dari Desa Jawi sampai dengan Tomares (47,09) masuk kategori Desa Tertinggal. (2) Kecamatan Maba selatan mulai dari Desa Bicoli sampai dengan Desa Jikumui (53,29) masuk kategori Desa Berkembang (semua desa di Maba Selatan masuk Desa berkembang).
  3. Kawasan Desa Ekonomi Terpadu Pertambangan, Mulai dari Kecamatan Maba dengan Desa Buli (51,18) sampai dengan Desa teluk Buli (62,54) termasuk kategori Desa berkembang. Untuk Desa Buli Asal (45,65), Buli Karya(49,31), Desa Gamesan (43,04), Desa Boborino (41,53) dan Desa Pekaulang (45,63) termasuk Desa Tertinggal.

2015 - Penyusunan Masterplan KPPN Kab. Halmahera Timur (RPKP) TAMPILKAN
UNDUH

Penyusunan Masterplan dimaksudkan untuk merencanakan pengembangan KPPN yang berbasis keberlanjutan, efisiensi, efektif dalam pemanfaatan sumber daya alam dan dalam mengoptimalkan distribusi barang dari desa ke kota serta sebagai stimulan bagi kawasan perdesaan berkembang melalui masukan kebijakan dan indikasi program pembangunan keterpaduan infrastruktur dari pemerintah dalam rangka membangun desa di kawasan perdesaan.