PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Labuan Bajo

Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) Labuan Bajo

Labuan Bajo
Provinsi Bajo Nusa Tenggara Timur

FUNGSI KOTA
Pusat Pertumbuhan Baru
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kawasan Perdesaan
JUMLAH PENDUDUK
50.029 Jiwa
LUAS WILAYAH
717,89 Km2
WEBSITE PEMERINTAHAN

DELINEASI KAWASAN

KPPN Labuan Bajo terdiri dari 19 desa di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Luas wilayah desa-desa yang termasuk ke dalam delineasi KPPN Labuan Bajo, dapat dirinci sebagai berikut:

No Desa/Kelurahan Luas Wilayah (km2)
1 Komodo 198,08
2 Papa Garang 150
3 Pasir Panjang 22,46
4 Golo Mori 132,5
5 Warloka 23,75
6 Tiwu Nampar 20
7 Golo Pongkor 20
8 Macan Tanggar 43,76
9 Pasir Putih 8,7
10 Gorontalo 7,13
11 Golo Bilas 14,5
12 Nggorang 15
13 Watu Nggelek 13,13
14 Wae Kelambu 18
15 Batu Cermin 13,88
16 Labuan Bajo 17
17 Pantar -
18 Seraya Maranu -
19 Compang Longgo -
Jumlah 717,89

JUMLAH PENDUDUK

Jumlah Penduduk di KPPN Labuan Bajo pada tahun 2015 yaitu sebanyak 50.029 jiwa, dengan rincian sebagai berikut:

No Desa/Kelurahan Jumlah Penduduk (jiwa)
1 Komodo 1.842
2 Papa Garang 1.575
3 Pasir Panjang 1.604
4 Golo Mori 2.136
5 Warloka 1.717
6 Tiwu Nampar 1.059
7 Golo Pongkor 799
8 Macan Tanggar 2.995
9 Pasir Putih 1.874
10 Gorontalo 7.354
11 Golo Bilas 4.151
12 Nggorang 1.644
13 Watu Nggelek 861
14 Wae Kelambu 5.313
15 Batu Cermin 4.943
16 Labuan Bajo 7.650
17 Pantar 726
18 Seraya Maranu 615
19 Compang Longgo 1.171
Jumlah 50.029

POTENSI KAWASAN

A. Potensi Pariwisata

KPPN Labuan Bajo yang juga masuk kedalam KSPN Komodo dsk memiliki berbagai macam objek wisata yang masih perlu banyak didukung infrastruktur, seperti pelabuhan permanen, infrastruktur jalan yang baik, ketersediaan listrik yang cukup, kemudahan dalam mengakses air bersih, dll.
Objek wisata yang ada di KSPN Komodo cukup bervariasi dan menyebar di beberapa pulau – pulau, seperti Hewan Komodo, spot snorkling maupun spot diving, wisata budaya, wisata gua – gua alami, maupun pantai. Obyek wisata alam hingga saat ini merupakan andalan Labuan Bajo, khususnya dengan obyek dan daya tarik wisata (ODTW) satwa komodo (varanus komodoensis) yang terletak di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK).

B. Potensi Perikanan

Kecamatan Komodo memiliki potensi perikanan yang sangat bagus hal ini dikarenakan sebagian besar desa di Kecamatan Komodo berbatasan langsung dengan laut. Ikan kakap merupakan ikan dengan produksi terbanyak, yaitu sebanyak 3.850 Ton / Tahun.

C. Potensi Perkebunan dan Pertanian

Salah satu potensi dari sektor pertanian Kecamatan Komodo adalah Padi, Jagung, dan Ubi Kayu. Produksi padi dari tahun 2011-2013 mengalami naik turun, dimana pada tahun 2011 produksinya mencapai 10.482 Ton, sedangkan pada tahun 2012 mengalami penurunan produksi hanya sebesar 8.643,9 Ton. Akan tetapi pada tahun 2013 mengalami kenaikan yang cukup signifikan hampir mencapai 50%, yaitu mencapai 11.240. Sedangkan potensi pada sektor perkebunan adalah Jagung dan Ubi Kayu. Hal ini berdasarkan jumlah produksi perkebunan yang dihasilkan. Pertama adalah Jagung, dari tahun 2011 – 2013 produksi Jagung dapat dikatakan cukup baik, yaitu pada tahun 2011 produksinya adalah 648 ton, pada tahun 2012 mengalami penurunan akan tetapi hanya sedikit yaitu 609,5 Ton, namun pada tahun 2013 mengalami peningkatan lagi yang cukup signifikan yaitu mencapai 920,08 Ton. Potensi perkebunan selanjutnya adalah Ubi Kayu. Lahan yang ada di Kecamatan Komodo merupakan lahan yang sulit air sehingga sangat cocok untuk ditanami tanaman Ubi Kayu. Namun produksinya mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun 2012, yaitu produksi pada tahun 2011 mencapai 5.594 Ton sedangkan pada tahun 2012 hanya sebesar 791,9 Ton. Akan tetapi pada tahun 2013 mengalami sedikit peningkatan menjadi1.799,28 Ton. 

KINERJA INFRASTRUKTUR

A. Jaringan Jalan

Kabupaten Manggarai barat memiliki 3 status jalan dan 4 kriteria kondisi jalan. Untuk panjang Jalan Nasional di kabupaten Mannggarai Barat pada tahun 2014 berhotmix adalah sebanyak 89,70 km, data panjang jalan propinsi seluruhya 155,05 km. Sedangkan untuk jalan kabupaten 2098,83 km. Sedangkan untuk kondisi jalan baik jalan negara dan propinsi didominasi oleh jalan dengan kondisi baik. Sedangkan untuk jalan kabupaten mayoritas kondisi jalannya adalah rusak berat.

B. Sumber Air Baku

Pelanggan air minum di Kab. Manggarai Barat terbanyak untuk tempat tinggal masyarakat yaitu mencapai 3043 dengan jumlah air mencapai 25.331 m2. Sedangkan untuk industri besar maupun industri kecil masih sangat minim, hal ini menandakan bahawa keberadaan pabrik-pabrik industri di Kab. Manggarai Barat masih sangat sedikit.

C. Listrik

Kab. Manggarai yang masuk kedalam Prov. NTT merupakan salah satu tujuan wisata nasional, yaitu Kec. Komodo. Salah satu yang penting untuk mendukung destinasi wisata adalah ketersediaan listrik yang cukup. Perkembangan pasokan listrik di Kab. Manggarai Barat sangatlah sedikit, yaitu pada tahun 2013 masyarakat menggunakan listrik PLN berjumlah 51,77% sedangkan pada tahun 2014 hanya naik sedikit menjadi 54,39%. Keberadaan listrik sangatlah penting tidak hanya untuk aktivitas sehari – hari masyarakat, tetapi juga untuk mendukung sektor perhotelan ataupun restoran.

2016 - Penyusunan Masterplan dan Pra DED KPPN Labuan Bajo (Deluxe) TAMPILKAN
UNDUH

Penyusunan Masterplan dan Pra DED dimaksudkan untuk merencanakan pengembangan KPPN yang berbasis keberlanjutan, efisiensi, efektif dalam pemanfaatan sumber daya alam dan dalam mengoptimalkan distribusi barang dari desa ke kota serta sebagai stimulan bagi kawasan perdesaan berkembang melalui masukan kebijakan dan indikasi program pembangunan keterpaduan infrastruktur dari pemerintah dalam rangka membangun desa di kawasan perdesaan berikut.

  • Kawasan Labuan Bajo: Sebagai kawasan pusat pertumbuhan baru pada sektor perikanan dan pariwisata yang menghubungkan desa-kota di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tennggara Timur.