PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN

Profil Kota Malang

Kota Malang

Jawa Timur

FUNGSI KOTA
Pusat Kegiatan Nasional (PKN)
TANGGAL PEMBENTUKAN
1914-04-01
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kota Besar
JUMLAH PENDUDUK
856.410 jiwa
LUAS WILAYAH
110,06 km2
WEBSITE PEMERINTAHAN

PROFIL KOTA

Kota Malang merupakan salah satu kota tujuan wisata di dan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Kota Malang dikenal dengan julukan kota pelajar, atau banyak juga yang menjuluki sebagai kota bunga. Potensi alam yang dimiliki Kota Malang yaitu letaknya yang cukup tinggi berada di 440-667 mdpl. Salah satu lokasi paling tinggi adalah Pegunungan Buring yang terletak di sebelah timur Kota Malang. Secara administratif, Kota Malang terbagi menjadi 5 kecamatan yaitu Kecamatan Kedungkandang, Kecamatan Sukun, Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing, dan Kecamatan Lowokwaru. 

Jumlah penduduk Kota Malang pada tahun 2016 yaitu 856.410 jiwa yang terdiri dari 422.276 jiwa penduduk laki-laki dan 434.134 jiwa penduduk perempuan dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,72%. Kepadatan penduduk Kota Malang mencapai 7.781 jiwa/km2 dengan kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Klojen sebesar 11.737 jiwa/km2 dan Kecamatan Blimbing sebesar 10.049 jiwa/km2. 

SEJARAH

Ahli sejarah memandang terbentuknya Kerajaan Kanjuruhan sebagai tonggak awal pertumbuhan pusat pemerintahan yang sampai saat ini, setelah 12 abad berselang, telah berkembang menjadi Kota Malang. Setelah kerajaan Kanjuruhan, pada masa emas kerajaan Singasari (1000 tahun setelah Masehi) di daerah Malang masih ditemukan satu kerajaan yang makmur, banyak penduduknya serta tanah-tanah pertanian yang amat subur. Ketika Islam menaklukkan Kerajaan Majapahit sekitar tahun 1400, Patih Majapahit melarikan diri ke daerah Malang. Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan Hindu yang merdeka, yang oleh putranya diperjuangkan menjadi satu kerajaan yang maju. Pusat kerajaan yang terletak di kota Malang sampai saat ini masih terlihat sisa-sisa bangunan bentengnya yang kokoh bernama Kutobedah di desa Kutobedah. Adalah Sultan Mataram dari Jawa Tengah yang akhirnya datang menaklukkan daerah ini pada tahun 1614 setelah mendapat perlawanan yang tangguh dari penduduk daerah ini.

Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ''Ijen Boullevard'' dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.

Kota Malang mulai tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah kolonial Belanda, terutama ketika mulai dioperasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakatpun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya terjadilah perubahan tata guna tanah, daerah yang terbangun bermunculan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat, seperti dari fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri.

Belum ada produk tersedia