PU-net

BASIS DATA
PUSAT PENGEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN

Profil Kota Denpasar

Kota Denpasar

Bali

FUNGSI KOTA
Pusat Kegiatan Nasional (PKN)
TANGGAL PEMBENTUKAN
1992-01-15
KLASIFIKASI UKURAN KOTA
Kota Besar
JUMLAH PENDUDUK
897.300 jiwa
LUAS WILAYAH
127,78 km2

PROFIL KOTA

Kota Denpasar secara astronomis terletak pada posisi 08°35’31” – 08°44’49” Lintang Selatan dan 115°10’23” – 115°16’27” Bujur Timur dengan luas wilayah 127,78 km2. Kota Denpasar berbatasan berbatasan dengan Kabupaten Badung di sebelah Utara, Barat, dan Selatan, sedangkan disebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Gianyar dan Lombok. Denpasar secara administratif memiliki 4 wilayah Kecamatan dengan 43 Desa/Kelurahan. Topografi Kota Denpasar secara umum miring kearah selatan dengan ketinggian berkisar antara 0-75m diatas permukaan laut. Morfologi landai dengan kemiringan lahan sebagian besar  berkisar antara 0-5% namun dibagian tepi kemiringannya bisa mencapai 15%. Kota Denpasar memiliki curah hujan rata-rata sebesar 244 mm per bulan. Temperatur rata-rata pada tahun 2000 sebesar 29,8 C dengan rata-rata terendah 24,3 C.

Penduduk Kota Denpasar pada tahun 2016 berjumlah 897.300 jiwa dengan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 458.300 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebanyak 439.000 jiwa. Laju pertumbuhan penduduk Kota Denpasar tahun 2015-2016 yaitu sebesar 1,9%. Pertambahan penduduk Kota Denpasar sebagai ibukota Pronvisi Bali tidak hanya dipengaruhi oleh pertumbuhan alami tetapi juga tingginya arus migrasi sehingga berpengaruh pada kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk Kota Denpasar pada tahun 2016 mencapai 7.022 jiwa/km2 dengan kecamatan terpadat yaitu Kecamatan Denpasar Barat sebesar 10.798 jiwa/km2. 

Dalam RPJMN 2015-2019,  Kota Denpasar termasuk ke dalam Kawasan Perkotaan Metropolitan Sarbagita dan diarahkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) berskala global yang mendorong pertumbuhan wilayah disekitarnya sebagai sentra produksi wilayah pulau serta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional berbasis kegiatan pariwisata yang bertaraf internasional. Kota Denpasar juga termasuk ke dalam Kawasan Strategis Nasional Perkotaan Sarbagita.

EKONOMI

Produk Domestik Regional Bruto PDRB merupakan gambaran perekonomian suatu daerah yang disajikan secara berkala dari tahun ke tahun menurut lapangan usaha. PDRB Kota Denpasar sendiri setiap tahunya mengalami fluktuatif. Tahun 2012, laju pertumbuhan ekonomi Dnepasar meningkat dari tahun sebelumnya menjadi sebesar 7,51% namun pada tahun 2013 pertumbuhan ekonomi kota Depasar melambat hanya menjadi 6,96% dan selanjutanya pada tahun 2014 dapat sedikit meningkat menjadi 7,00%. Lapangan usaha yang memiliki laju pertumbuhan tertinggi padatahun 2014 adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial, selanjutnya diikuti oleh administrasi pemerintah dan jasa pendidikan  

Sektor pariwisata di Kota Denpasar berkembang sangat pesat dan menjadi leading sector bagi perekonomian Denpasar secara keseluruhan sehingga merupakan sektor yang sangat mempengaruhi perekonomian di kota Denpasar mengingat banyaknya objek wisata yang berada di kota Denpasar yang mampu memikat wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk bertandang ke kota Denpasar. Selain itu produksi kerajinan berupa barang kerajinan untuk cenderamata seperti ukiran dan patung juga mendongkrak pertumbuhan sektor ekonomi. Namun industri kerajinan ini mengalami tekanan akibat dari dampak persaingan antar daerah maupun persaingan antar negara berkembang di Asia.

SEJARAH

Nama Denpasar berasal dari kata 'den' (selatan) dan 'pasar' sehingga secara keseluruhan bermakna "Selatan Pasar", sebelumnya kawasan ini merupakan bagian dari Kerajaan Badung, sebuah kerajaan yang pernah berdiri sejak abad ke-19, sebelum kerajaan tersebut ditundukan oleh Belanda pada tanggal 20 September 1906, dalam sebuah peristiwa heroik yang dikenal dengan Perang Puputan Badung. Denpasar pada mulanya merupakan pusat kerajaan di Badung, akhirnya pula tetap menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Tingkat II Badung dan bahkan mulai tahun1958 Denpasar diajdikan pula pusat pemerintahan bagi tingkat II Badung maupun tingkat I Bali mengalai pertumbuhan yang angat cepat baik dalam artian fisik, ekonomi, maupun sosial budaya. Keadaan fisik kota Denpasar dan sekitarnya telah sedemiakian maju serta pula kehidupan masyarakatnya telah banyak menunjukan ciri-ciri dan sifat perkotaan. Denpasar menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pendidikan, pusat industri dan pusat pariwisata yang terdiri dari 4 Kecamatan

Melihat perkembangan kota administratif Denpasar ini dari berbagai sektor sangat pesat, maka tidak mungkin hanya ditangani oleh pemerintah yang berstatus kota administratif. Oleh karena itu sudah waktunya dibentuk pemerintah kota yang mempunyai wewenang otonomi untuk mengatur dan mengurus daerah perkotaan sehingga permasalahan kota dapt ditangani lebih cepat dan tepat serta pelayanan pada masyarakat perkotaan semakin cepat.

Untuk memenuhi kebutuhan maupun tuntutan masyarakat perkotaan yang demikian terus meningkat dan dari berbagai pertimbangan antara tingkat I dan Tingkat II Badung telah dicapai kesepakatan untuk meningkatkan status kota administrasif Denpasar menjadi Kota Denpasar. Dan akhirnya pada tanggal 15 Januari 1992 berdasarkan undang-unang Nomor 1 tahun 1992 tentang pembetukan Kota Denpasar lahir dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 27 Februari 1992

2015 - Pengembangan Indeks Kesehatan dan Kebahagiaan Warga Kawasan Perkotaan Berdasarkan Ketersediaan Infrastruktur: Denpasar (Executive Summary) TAMPILKAN
UNDUH

Kajian ini dilakukan untuk mengetahui peran keberadaan infrastruktur PUPR terhadap Indeks Kebahagiaan warga pada kawasan perkotaan dan lebih jauh lagi pada tingkat kesejahteraannya.

2015 - Pengembangan Indeks Kesehatan dan Kebahagiaan Warga Kawasan Perkotaan Berdasarkan Ketersediaan Infrastruktur: Denpasar (Laporan) TAMPILKAN
UNDUH

Muatan dalam laporan ini terdiri dari pendahuluan, konsep pembangunan kota dan indeks infrastruktur PUPR, data dan informasi dari kota-kota yang disurvei baik primer maupun sekunder, hasil indeks yaitu hasil perhitungan awal indeks infrastruktur PUPR, serta kesimpulan dan rekomendasi.