Rapat Koordinasi Penajaman Rencana Aksi Program Pembangunan Infrastruktur PUPR Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara

Kegiatan Survei dan Rapat Koordinasi Penajaman Rencana Aksi Program Pembangunan Infrastruktur PUPR Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara telah terlaksana pada Selasa-Sabtu, 11-15 Agustus 2020. Kegiatan survei dan rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Penajaman Rencana Program Pembangunan Infrastruktur Jangka Menengah Kota Tual dan Maluku Tenggara yang telah dilaksanakan secara daring menggunakan perangkat lunak Zoom Meeting pada Selasa, 4 Agustus 2020 dan Kamis, 6 Agustus 2020 yang diselenggarakan oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah IIIB BPIW.

Kegiatan rapat koordinasi yang bertempat di Aula Kantor Walikota Tual tersebut bertujuan untuk menyampaikan hasil rapat koordinasi yang telah dilaksanakan secara telekonferensi pada pekan sebelumnya, khusususnya untuk Kota Tual dan Kab. Maluku Tenggara. Selain itu, dalam rapat koordinasi juga disampaikan tujuan penyusunan Master Plan, Development Plan, Pra Study Kelayakan, dan Pra Desain Kota Kecil Tual. Dalam penyusunan masterplan dan development plan sendiri, dibutuhkan data profiling awal Kota Tual dan Kab. Maluku Tenggara yang akurat, serta informasi terkait kondisi eksisting, isu strategis dan rencana kebutuhan infrastruktur di kawasan perencanaan. Kebutuhan data dan informasi tersebut kemudian dapat dilengkapi melalui kegiatan survei lapangan. Survei lapangan dilaksanakan di Kota Tual, Kab. Maluku Tenggara, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Dalam kegiatan survei lapangan, tim pelaksana kegiatan juga melakukan orientasi lokasi perencanaan, updating kondisi terkini kebutuhan infrastruktur, serta akuisisi data dan informasi di lapangan secara akurat, terutama terkait rencana usulan program pembangunan infrastruktur.

Kegiatan survei dan rapat koordinasi menghasilkan berbagai informasi yang berguna dalam penyusunan Rencana Aksi untuk percepatan pembangunan Kota Tual dan Kab. Maluku Tenggara. Beberapa poin hasil kegiatan tersebut adalah:

  1. Terdapat beberapa kawasan strategis di Kota Tual dan Maluku Tenggara yang sangat berpotensi untuk dikembangkan terutama di sektor pariwisata, pertanian dan perikanan;
  2.  Sebagian besar wilayah di Pulau Kei Besar Kab. Maluku Tenggara menghadapi isu terkait konektivitas, penyediaan air baku, dan persampahan;
  3. Sesuai kesepakatan dari audiensi Bupati Maluku tenggara dan Dirjen Binamarga akan ditangani usulan Jalan Trans Kei Besar dengan Ruas Elat – Sp. Ngurdu – Fako – Hollat – Ohoiraut sepanjang ± 71,02 km dan lebar 4,5m;
  4. Kota Tual dan Kab. Maluku Tenggara berpotensi menjadi lumbung pangan, pemasok barang dan jasa untuk Blok Masela;
  5. Kota Tual perlu segera menyelesaikan perda terkait Penataan Ruang untuk mengendalikan pertumbukan permukiman atau alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *