Peningkatan Program Infrastruktur PUPR di Provinsi Sulawesi

Hari Senin tanggal 13 Juli 2020 telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Program Prioritas Infrastruktur Kawasan Strategis di Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pengembagan Infrastruktur Wilayah III A Pulau Sulawesi.

Kepala Bidang Pengembagan Infrastruktur Wilayah III A menyampaikan bahwa Rapat ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi awal Penyusunan program prioritas Sulawesi Utara yang diselenggarakan pada tanggal 9 Juli 2020 yang lalu dengan agenda untuk mendengarkan tanggapan, isu stategis, dan usulan program prioritas dari Bappeda Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara.

Beberapa program prioritas yang disampaikan dari Pemerintah Provinsi Sulaersi Utara, Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Utara, dan Perwakilan Balai Kementerian PUPR adalah usulan program yang dangat stategis dan diperlukan untuk keterpaduan infrastruktur di Sulawesi Utara. Antara lain seperti Dukungan Program infrastruktur permukiman pendukung KEK/KSPN Likupang di Kabupaten Minahasa Utara, Peningkatan maupun pembangunan akses jalan yang mendukung KEK/KSPN Likupang, KEK Bitung, Kawasan Danau Tondano, serta beberapa program prioritas lainnya.

Dalam sesi kedua Rapat Koordinasi ini, dipaparkan pula terkait Penyusunan Kebijakan dan Strategi Pengendalian Pertumbuhan Kawasan Permukiman dan Kawasan Strategis di Metropolitan Bimindo. Kegiatan Penyusunan Kebijakan dan Strategi Pengendalian Pertumbuhan Kawasan Strategis dan Permukiman di Metropolitan Bimindo diharapkan akan menajamkan kebutuhan infrastruktur, memperbaharui data dan diharapkan dapat menghasilkan program infrastuktur yang baik dan terpadu.

Sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi tersebut, pada hari Selasa tanggal 14 Juli 2020 dilanjutkan dengan Kunjungan/Survey Kawasan Strategis di Provinsi Sulawesi Utara. Lokasi yang ditinjau antara lain Jalan Tol Manado-Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus Likupang, serta Kawasan Ekonomi Khusus Bitung.

Survei/Tinjauan Lapangan dihadiri oleh Kepala Bidang Pengembangan Infrastruktur Wilayah IIIA, Pimpinan Proyek PT. Jasamarga Manado Bitung, Perwakilan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Utara, Perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara, Perwakilan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I, dan Perwakilan PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD).

Kunjungan pertama yaitu Jalan Tol Manado-Bitung yang sudah siap beroperasi mulai dari STA 0+000 – STA 20+500 yaitu mulai dari Gerbang Tol Manado sampai dengan Gerbang Tol Kauditan. Namun saat ini menunggu untuk diresmikan oleh Presiden RI. Ruas Jalan Tol Manado-Bitung STA 20+501 s.d STA 39+900 yaitu Gerbang Tol Kauditan sampai dengan Akses Tol Bitungbelum siap beroperasi, dikarenakan belum selesainya proses pembebasan lahan dan konstruksi dengan progres fisik 73,23%.

Kunjungan kedua yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang. Luas area KEK Likupang tahap pertama adalah seluas 197,4 Ha. Beberapa titik lokasi tinjauan lapangan yang menjadi potensi wisata di area KEK likupang, antara lain Pantai Pulisan, Bukit Savana Pulisan (Bukit Teletubies), dan Desa Pulisan. Sedangkan di luar KEK Likupang terdapat Pantai Pal. Beberapa infrastruktur PUPR pendukung KEK Likupang yang kami tinjau antara lain Peningkatan jalan pantai Pulisan 2,45 Km (33,87 M), Penggantian Jembatan Marinsow 13 m (4,16 M), serta Pembangunan Bangunan Pengendali Banjir S. Likupang (Lanjutan) 1 Km (14,9 M).

Kunjungan Terakhir yaitu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung. Sesuai dengan PP No. 32 tahun 2014 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Bitung memiliki luas 534 Ha. Beberapa kegiatan utama yang direncanakan di dalam KEK Bitung antara lain industri pengolahan kelapa, industri pengolahan perikanan, industri farmasi, dan logistik. KEK Bitung telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 1 April 2019. Beberapa investor telah masuk di KEK Bitung antara lain 4 investor telah melakukan MoU, 2 investor telah melakukan MoA, dan 35 investor telah telah melakukan Lol dengan BUPP (Badan Usaha Pembangun dan Pengelola) KEK. Investasi pembangunan kawasan KEK Bitung diperkirakan sebesar 2,3 Triliyun Rupiah, dengan perkiraan total investasi pelaku usaha sebesar 32,9 Triliyun. Proyeksi penyerapan tenaga kerja sebesar 34.710 orang (realisasi tahun 2017 sejumlah 70 orang).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *